Kehidupan... apa sih artinya ?? Mungkin pada sebagian orang yang hidup dengan harta yang cukup, dengan keluarga yang utuh dan bahagia, mempunyai pasangan hidup yang mau menerima kita apa adanya kehidupan pasti suatu hal yang menyenangkan bukan, tapi bagaimana jika yang mengalami hidup itu seperti mereka yang hidup serba kekurangan, yang tidak pernah merasakan cinta yang tulus dari orang yang dicintainya pasti mereka berpikir kehidupan itu hanyalah suatu kepedihan.
Yah mungkin aku termasuk salah satu orang yang
membenci hidup ku dulu. Aneh bukan, aku yang selalu terlihat tersenyum, cerewet atau hanya diam saja ketika bertemu orang lain sebenarnya hanya seseorang yang mencoba tuk terlihat tegar, terlihat bahagia dan bahkan terlihat sempurna. Dulu saat aku kecil aku selalu iri dengan teman-teman sekolah yang selalu dianter jemput oleh ayahnya, tapi hingga detik ini pun aku tidak pernah merasakan hal itu. Dari kecil aku selalu diajarkan tuk mandiri karena alasan kesibukan orangtua, yah utk seusiaku dulu sih cuek aja asalkan uang jajan tdk pernah kurang.
Tapi alasan itu tdk berarti apa-apa ketika aku harus merasakan keluargaku hancur. Ketika itu usiaku baru 10 tahun dan disanalah aku benar-benar mengerti arti kata mandiri. Arti sebuah kehidupan, arti sebuah ketulusan, karena saat itu teman, saudara yang sewaktu ayah masih punya uang mereka selaluada tapi dimana mereka saat kami hancur, saat aku dan kakakku harus menahan lapar karena tdk makan selama berhari-hari. mereka seakan tidak pernah mengenal kami. Dan itu pula yang membuat aku membenci kaum pria. Karena kehancuran keluarga kami disebabkan oleh seorang pria yang berbuat kesalahan karena alasan yang klasik, karena pria itu menginginkan pewarisnya seorang pria,, lau apa salah kami yang terlahir sebagai wanita, apa pria itu lebih hebat dari wanita?? Yah karena itulah aku tidak pernah merasakan masa remaja ku, karena yang dipikiranku hanya aku harus selalu jadi yang terbaik tuk membuktikan kalau wanita itu jauh lebih hebat dari pria.
Ketika aku seperti itu hidup yang ku jalani hanya sebuah keegoisan dan bukan kehidupan yang sebenarnya tetapi dengan semua hal yang aku lewati, dengan tangisan, hinaan aku benar-benar mengerti arti kehidupan yang sebenarnya tepat hingga 5bulan yang lalu, hidup yang aku jalani hanya kebencian dan dendam semata. Tapi, ada seseorang yang benar-benar membuka cara pandang ku, yang mengajarkan untuk tidak pernah lagi melihat ke belakang, karena dia selalu bilang tdk peduli masalalu ku itu seperti apa yang penting masa depan saat bersamanya dan dia selalu bilang hasil akhir itu masalah nanti tapi bagaimana proses saat kita menjalaninya dengan baik,dengan tulus dan dengan doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar