Selasa, 26 November 2013

Apa yang ku tulis ini bukan untuk merasa hebat apalagi tuk mendapatkan iba dari orang lain tapi hanya sebagai pengingat jika suatu saat nanti aku benar-benar terjatuh. Aku bukan wanita hebat seperti yang orang lain lihat aku lebih rapuh dari kalian. Masa lalu tidak begitu indah. Mulai dari masa kecil yang mungkin sebenarnya tidak pernah merasakan hangatnya keluarga. Orang tua ku terlalu sibuk dengan usaha mereka. Dari kecil aku benar-benar sudah dididik tuk tdk boleh cengeng, satu pesan mereka yang terus membuat aku kuat hingga sekarang adalah " walaupun kamu terlahir sebagai seorang wanita tapi kamu tidak boleh kalah dengan pria, karena kamu lebih hebat. kamu dapat melakukan apa yang pria lakukan
 tapi mereka tdk ". Yahh finally aku mampu mengerjakan hampir semua pekerjaan pria dari kecil. Terkadang aku tuh iri dengan semua teman yang dianter sekolah, yang kalo liburan bisa pergi dgn orangtua mereka, untuk saat itu aku dituntut mengerti dengan apa yang mereka lakukan karena semua nya utk masa depan kami. Tapi ternyata semua itu bullshit, ketika kenyataan yang harus aku terima di saat umur ku baru 10th. Aku harus siap terima kalo keluarga yang selalu aku banggakan ternyata tdk pernah seindah yang dilihat. Ternyata mereka yang aku anggap sebagai orangtua yang bijaksana lebih mementingkan keegoisan mereka. Dengan sesuka hati mereka berbuat tanpa memikirkan beban yang harus kami tanggung. Bukan masalah materi saja tapi juga beban moral yang begitu besar. Mereka tdk pernah memikirkan psikis kami akan seperti apa, mereka hanya selalu mengatakan ini semua demi kami, anak-anak mereka.
Selama bertaun-taun aku hanya mencoba mengerti dan memaafkan mereka dan berharap bisa melupakan semua kejadian tersebut,tapi itu bukan hal yang mudah. Kenyataan pahit yang harus aku jalani dulu membuat aku membatasi diri sendiri dalam lingkungan. Aku benar-benar terbiasa dengan kesendirian. Masa-masa remaja yang mungkin indah sama sekali tdk pernah aku pikirkan karena yang ada di otak ku hanya ingin membuktikan bahwa aku mampu, bahwa anak perempuan usia 10th kemaren yang mereka jauhi karena kelurga nya mengalami kehancuran masih bisa menatap masa depan nya, masih bisa meraih impian nya walaupun dengan susah payah. Tapi aku dapat melakukan itu semua bahkan ketika 3th yang lalu aku mulai merasakan penyakit ini pun dan ditinggalkan oleh seseorang yang berjanji akan selalu ada di sampingku, aku tetap masih bisa bertahan. Manusiawi jika saat itu down, menangis utk sesaat tapi bukan utk meratapi kepergian itu terlebih karena kebodohan yang aku pertahankan sendiri. Dan selama 2th aku tdk pernah membuka hidupku lagi tuk siapapun bukan karena masih mengharapkannya apalagi masih mencintainya hingga saat aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dari ku tapi dia mampu mengubah pola pikir ku selama ini. Dia mampu menyentuh hidup ku kembali dan aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena tlah mempertemukan dengan nya.
 Mungkin karena semua hal yang pernah ku alami jadi disaat aku mendengar orang lain merengek itu seperti apa yah. Ayolah hidup kita masih berharga bukan. Masa lalu mungkin dapat menjatuhkan kita tapi kita yang berhak menentukan untuk diam atau bangkit !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar